Tomohon – Channelnusantara.com-Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar November mendatang, Wali Kota Tomohon, Carrol Senduk, tengah berada di bawah sorotan tajam.
Kritik dari berbagai pihak semakin menguat, menilai kepemimpinan Senduk selama masa jabatannya gagal membawa perubahan signifikan bagi kota yang dikenal sebagai “Kota Bunga” tersebut.
Salah satu sorotan terbesar datang dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tomohon Tahun 2020.
Meskipun laporan tersebut memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), BPK mengungkap adanya kelemahan serius dalam pengelolaan keuangan daerah.
Di antaranya, ditemukan pengelolaan pendapatan yang tidak tertib sebesar Rp387 juta, kekurangan volume dalam lima belas paket belanja modal senilai Rp372 juta, serta penatausahaan aset tetap yang dinilai tidak tertib.
Temuan ini memicu kritik keras dari masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat, yang menilai Carrol Senduk gagal dalam melakukan pengawasan dan perbaikan terhadap pengelolaan administrasi di lingkup pemerintahan.
Beberapa pihak menilai, meski mendapat predikat WTP, kelemahan-kelemahan tersebut menunjukkan bahwa tata kelola keuangan kota masih jauh dari harapan.
“Kami melihat banyak ketidakmampuan dalam memimpin dan mengelola kota ini dengan baik.”
Terutama dalam pengelolaan keuangan daerah yang tidak sesuai harapan,” ujar seorang tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya. Senin (07/10) 2024).
Selain permasalahan dalam pengelolaan keuangan, banyak kalangan menyoroti lambannya pemerintah dalam menanggapi kebutuhan masyarakat, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan pengelolaan anggaran daerah.
Kurangnya terobosan dalam kebijakan publik dan langkah konkret untuk memperbaiki berbagai masalah kota juga menambah panjang daftar kritik terhadap kepemimpinan Senduk.
Seiring dengan semakin dekatnya waktu Pilkada, kritikan ini diprediksi akan terus meningkat, terutama dari pihak yang menginginkan perubahan dalam kepemimpinan kota.
(Red)













