Berkat Perjuangan Gubernur YSK: Pemprov Sulut Dorong Pemasangan VMS demi Keselamatan Nelayan dan Cegah IUU Fishing

Avatar photo

Sulut -Channelnusantara.com-Komitmen Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, dalam melindungi nelayan dan mengembangkan sektor kelautan kembali membuahkan hasil, Selasa (15/04/2025).

Berkat audiensi dan koordinasi intensif yang dilakukan Gubernur Yulius dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, kini Pemerintah Provinsi Sulut mendorong pemasangan Vessel Monitoring System (VMS) di kapal-kapal perikanan.

VMS atau Sistem Pemantauan Kapal Perikanan (SPKP) merupakan teknologi strategis untuk meningkatkan keselamatan pelayaran nelayan dan memantau aktivitas penangkapan ikan, sekaligus sebagai senjata ampuh dalam pemberantasan praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono alias Ipunk, menegaskan pentingnya VMS bagi seluruh kapal perikanan, khususnya kapal migrasi.

Ia mengimbau agar kapal-kapal yang telah bermigrasi ke sistem perizinan KKP RI segera memasang dan mengaktifkan alat ini.

Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Pemprov Sulut melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.

Kepala Dinas DKP Sulut, Tienneke Adam, mengapresiasi perhatian besar dari Kementerian KP yang ditunjukkan dalam audiensi Gubernur Yulius Selvanus.

Kami sangat mendukung pemasangan VMS, ini adalah bagian penting dari upaya pengawasan dan perlindungan kepada para nelayan.

“VMS bukan hanya meminimalkan risiko di laut, tetapi juga memastikan aktivitas penangkapan ikan dilakukan secara bertanggung jawab,” ujar Tineke.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Sulut akan melakukan sosialisasi intensif terkait teknologi ini.

Harga VMS yang dahulu dinilai mahal kini jauh lebih terjangkau berkat kemajuan teknologi dan kompetisi pasar global.

“Untuk kapal 6-30 GT yang izinnya telah bermigrasi ke KKP RI, kami targetkan paling lambat Desember 2025 semua sudah menggunakan VMS,” tegasnya.

Lebih jauh, Tineke mengungkapkan bahwa sejumlah pengembangan sektor kelautan juga berhasil diwujudkan berkat komunikasi intensif Gubernur Yulius dengan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono dan para pejabat eselon I dan II di kementerian tersebut. Beberapa di antaranya yakni:

• Budidaya Udang Terintegrasi seluas 300 hektare,

• Budidaya Rumput Laut seluas 1.000 hektare, serta

• Pembangunan Eco Fishing Port di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung.

Ini semua merupakan buah dari perjuangan dan komunikasi luar biasa Bapak Gubernur Yulius Selvanus.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada yang terhormat Menteri KP RI bapak Sakti Wahyu Trenggono. Respons dan solusi yang diberikan Kementerian KP atas berbagai persoalan nelayan sungguh luar biasa,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pemasangan VMS menjadi penting terutama bagi kapal-kapal yang melaut dalam waktu lama dan di perairan lepas.

Dengan teknologi ini, pergerakan kapal bisa dipantau secara real-time sehingga memberikan rasa aman bagi nelayan dan keluarganya, serta memperkuat upaya negara dalam melindungi kekayaan laut dari praktik ilegal.

Langkah ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus, Sulawesi Utara semakin serius dalam membangun sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, aman, dan berdaya saing.

(Fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!