INAKOR Soroti Dugaan Tambang Ilegal PT Xianfeng di Bolaang Mongondow, Minta Aparat Bertindak Tegas dan Terukur

Avatar photo

Jakarta / Manado-channelnusantara.com-Menyikapi pemberitaan media daring Expressindo News tanggal 11 November 2025 berjudul “Diduga Tambang Ilegal Hancurkan Lahan Pertanian dan Picu Ketakutan Warga di Pusian,” Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Anti Korupsi (INAKOR) Sulawesi Utara menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang disebut dilakukan oleh PT Xianfeng Gemah Semesta di wilayah Desa Pusian, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Ketua Harian DPP LSM-INAKOR, Rolly Wenas, menegaskan bahwa pihaknya tengah menelusuri kebenaran informasi tersebut dan akan menyiapkan langkah resmi pelaporan ke lembaga berwenang.

“Kami memandang perlu adanya langkah cepat dan tegas dari aparat penegak hukum, khususnya Polda Sulut, Kejati Sulut, dan Kementerian ESDM. Dugaan ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena menyangkut keselamatan warga dan kelestarian lingkungan,” ujar Rolly Wenas di Manado.

Lebih lanjut, Rolly menambahkan bahwa penegakan hukum di sektor pertambangan harus dilakukan secara terukur dan transparan, agar tidak menimbulkan kesan pembiaran terhadap pihak-pihak yang berpotensi melanggar aturan.

“Kami tidak menuduh siapa pun, tapi meminta agar seluruh pihak diperiksa secara terbuka. Bila ada izin yang sah, tunjukkan. Bila tidak ada, maka hentikan aktivitasnya,” tegasnya.

INAKOR juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung penegakan hukum dengan menyampaikan informasi yang faktual serta menghindari provokasi.

Catatan INAKOR:
Pernyataan ini bersifat klarifikasi awal dan merupakan bentuk keprihatinan atas dugaan yang diberitakan media publik. LSM INAKOR tidak bermaksud menuduh, melainkan mendorong aparat untuk memastikan fakta hukum secara resmi.

(Fad)

Rolly Wenas
Ketua Harian DPP LSM INAKOR
Ketua DPW LSM INAKOR Prov. Sulawesi Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!